PusatBerita88 - News

pusatBerita88 - Postingan Berita Regional

PusatBerita88 - Lifestyle

pusatBerita88 - Postingan Tentang Lifestyle

BeritaPusat88 - Gosip Seleb

pusatBerita88 - Postingan Tentang Gosip Seleb

BeritaPusat88 - Sports

pusatBerita88 - Postingan Berita Tentang Sports

Minggu, 03 Juni 2018

Tasya Kamila Tertarik dengan Politik


BeritaPusat88 - Tasya Kamila sudah punya beberapa rencana setelah menyelesaikan studi S2 jurusan Public Administration di Columbia University, New York, Amerika Serikat.

"Aku punya yayasan, aku pengin mengembangkan ini, yayasan ini," ujar Tasya saat dijumpai di Gedung Trans, Mampang Prapatan, Jumat (1/6/2018).

Yayasan yang didirikan Tasya bernama Green Movement Indonesia. Yayasan yang bergerak dalam lingkup lingkungan hidup itu Tasya dirikan secara kolektif bersama teman-temannya.

Saat ini, Tasya sudah merencanakan proyek di sebuah tempat di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

"Aku juga punya beberapa project, kayak project energi aku di Sumba yang pengin aku replika juga di beberapa tempat," ucap dia.

Di luar proyek yayasan, pelantun lagu "Aku Anak Gembara" tersebut juga terarik untuk terjun ke dunia politik.

"Aku tertarik dengan politik, aku pengin banyak belajar tentang politik. Mungkin dimulai dari situ sih, dari yayasan aku, dengan kenal orang-orang yang ada di situ," kata dia.

Sebelum berangkat ke Amerika untuk kuliah S-2 pada 2015, Tasya sempat mengutarakan bahwa tujuannya pergi menimba ilmu untuk menjadi seorang menteri.

Tasya mengatakan jika menjadi menteri ia tidak ingin menjadi seorang pejabat tinggi negara yang tidak paham bidang yang menjadi tanggung jawabnya.


Inilah Sosok Matilda Chong, Pebisnis Wanita Singapura yang Jadi Putri Keraton Surakarta


Bukan cuma Meghan Markle, wanita Amerika Serikat yang bisa jadi putri Kerajaan Inggris. Wanita Singapura, Matilda Chong membuktikan dia bisa jadi putri Keraton Surakarta.
Bedanya, Matilda tidak menikah dengan pangeran kerajaan, seperti Meghan Markle.
Dilansir Tribunjogja.com dari laman Her World, Minggu (3/6/2018), Matilda Chong lahir dan besar di Singapura dan kini bekerja sebagai pebisnis.

Matilda mendapatkan gelar putri dari Keraton Surakarta atau Solo pada April lalu.
Wanita 39 tahun ini bukan orang sembarangan.
Dia adalah Direktur Eksekutif dari Lions of Asia Group, sebuah perusahaan global.
Sebelumnya dia telah menggeluti dunia bisnis di bidang real estate dan pertambangan.


Ayah Matilda, William Marie Chong adalah pendiri Lions of Asia Group, dan dia mendapatkan gelar pangeran dua tahun lalu.
"Ada banyak kereta kuda, dan semua orang harus mengenakan kebaya tradisional. Orang-orang dari seluruh dunia menghadirinya. Itu sangat megah, mewah dan tradisional - sesuai kota Solo yang kaya warisan budaya," ungkapnya.
"Ada 17 putri yang melakukan tarian tradisional. Kemudian kami satu per satu naik ke atas panggung untuk menerima sertifikat. Lalu, ada pesta dan kembang api," lanjutnya.

Lalu apa tugas Matilda sebagai seorang putri Keraton Solo?
Dia mengatakan, tugasnya adalah mempelopori beberapa proyek di bawah perusahannya di Solo, dan memastikan itu berhasil.

Matilda menegaskan tugasnya tidak berkaitan dengan partai politik dan dirinya dituntut untuk netral di dunia politik.
Apakah warga asing bisa jadi putri keraton?
"Tidak, bukan sembarang orang (Singapura) bisa menjadi bagian dari keraton Jawa," katanya.

Menurutnya, calon kandidat harus dikenal baik oleh pihak Keraton Surakarta dan memberi kontribusi positif untuk negaranya.
Apakah suatu hari nanti Matilda akan melakukan royal wedding juga?
Matilda mengaku saat ini sedang berkencan dengan seorang bankir.
Dia mengatakan jika nanti menikah, dia dan pasangannya akan datang ke Solo dan bertemu raja untuk meminta restu.


Sabtu, 02 Juni 2018

Pria ini keliling kota Medan untuk remas payudara


BeritaPusat88 - Polisi akhirnya meringkus pengendara sepeda motor yang tertangkap kamera meremas payudara siswi SMA. Pelaku ternyata sudah kerap melakukan aksi pelecehan seksual itu di sejumlah lokasi di Kota Medan.

Berdasarkan informasi dihimpun, terduga pelaku yang ditangkap berinisial S (35), warga Jalan Ampera I, Sei Sikambing, Medan. "Hari ini sudah tertangkap pelakunya oleh Unit Pidum," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira, Selasa (24/4).
S diamankan petugas Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan di tempat kerjanya di Mess Restoran Paramount, Jalan Putri Merak Jingga, Medan, Selasa (24/4) sekitar pukul 02.00 WIB.
Dia diringkus beserta sejumlah barang bukti, berupa sepeda motor Honda Vario hitam cokelat BK 5171 AHH, 2 helm, baju kaus hitam, kemeja merah bermotif batik, celana jins dan sepatu. Dia diduga mengenakan barang bukti ini saat terekam kamera CCTV saat melakukan aksinya.
Dari pemeriksaan yang dilakukan polisi, S mengaku sudah berulang kali melakukan aksi remas dada perempuan. Pelecehan yang diakuinya dilakukan di Jalan Tapanuli simpang Jalan Percut, Jalan GB Joshua simpang Jalan Jambi, Jalan Talaud, Jalan Talaud simpang Jalan MT Haryono, Jalan Bintang, Jalan Veteran, dan Jalan Thamrin.
Pelecehan seksual yang diduga dilakukan S di Jalan Talaud terekam CCTV dan membuatnya diburu polisi. Pada rekaman itu, seorang pria awalnya melihat kanan kiri sebelum tiba-tiba memutar arah sepeda motornya untuk mendekati dua siswi yang sedang berjalan kaki di trotoar. Sejurus kemudian, dia meremas payudara salah seorang siswi itu, kemudian melarikan diri.
Penyidik masih mengembangankan kasus pelecehan seksual itu. "Kita imbau para korban dapat memberikan keterangan ke Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan," harap Putu.

Deretan Lokasi Wisata yang Dulunya Jadi Tempat Pembantaian Massal, No 4 di Indonesia, Berani Coba?


BeritaPusat88 - Tak sedikit tempat wisata yang memiliki sejarah tersendiri.
Bahkan karena nilai sejarhnya itu dijadikan  tempat wisata dengan alasan melestarikan dan memeprkenalkan sejarah pada wisatawan yang datang.
Tak hanya itu, ada pula alasan karena tempat wisata tersebut memang indah dan wajib untuk dikunjungi.

Tak selamanya tempat wisata dengan sejarah yang indah, namun ada juga tempat wisata yang memiliki sejarah peperangan atau pembantaian.
Beberapa di antaranya sengaja dipertahankan dan dilestarikan sebagai monumen atau museum untuk peringatan dan penghormatan bagi para korban yang gugur.
Bahkan ada juga yang menjadi daya tarik wisata.
Di berbagai belahan dunia selalu ada saksi bisu atas terjadinya peristiwa berdarah tersebut.
Tribunmanado.co.id menghimpun beberapa lokasi wisata yang dulunya menjadi lokasi pembantaian massal.

1. Murambi Genocide Memorial Centre, Rwanda


Murambi Genocide Memorial Centre adalah situs sejarah yang terletak di Distrik Murambi, Rwanda.
Tak banyak yang tahu jika tempat ini dulunya adalah sebuah gedung sekolah dengan nama Murambi Technical School.
Tak hanya itu, gedung tersebut merupakan lokasi pembantaian dalam peristiwa genosida Rwanda yang terjadi pada tahun 1994 saat terjadi konflik berdarah antara suku Hutu dan Tutsi.
Korban yang banyak berjatuhan pada wkatu itu adalah wanita dan anak-anak.
Sekolah itu saat ini menjadi museum yang didatangi oleh mereka keturunan dari para korban. 

2. Ladang Pembantaian Choeung Ek, Kamboja


Nah guys ternyata di Kamboja juga ada lokasi yang dulunya dijadikan tempat pemabantaian yang dijadikan tempat wisata loh.
Namanya adalah Ladang Pembantaian Choeung Ek.
Disis laian Ladang Pembantaian merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut sejumlah situs di Kamboja yang menjadi lokasi pembunuhan warga sipil yang dilakukan oleh pasukan Khmer Merah pada periode 1975-1979.
Sedangkan istilah 'ladang pembantaian' sendiri diciptakan oleh Dith Pran, yang merupakan sa;ah satu wartawan Kamboja yang berhasil selamat dari pembantaian oleh rezim Khmer Merah.
Tak hanya warga sipil biasa, ternyata menurut sejarah di ladang tersebut, para cendekiawan juga dibantai dan tengkoraknya dikumpulkan dalam sebuah lemari kaca.
Untuk menghormati kejadian tersebut, dianjurkan bagi para wisatawan yang berkunjung di Ladang Pembantaian tersebut dilarang tertawa.

3. Kamp konsentrasi Auschwitz, Polandia



Auschwitz adalah sebutan yang diberikan pada tiga situsdari tiga kamp konsentrasi terbesar dari puluhan kamp konsentrasi yang didirikan Nazi.
Kamp konsentrasi tersebut dulunya didirikan untuk menahan dan memusnahkan penduduk yang dianggap menghalangi gerakan revolusi Nazi. 
Nah guys, ternyata kamp ini merupakan saksi biksu dalam peristiwa Holocaust yang merenggut ratusan ribu nyawa warga Yahudi dan semua pihak yang tak sepaham dengan Nazi.
Selain digunakan untuk kamp kerja paksa dan pemusnahan, konon tempat ini juga menjadi tempat eksperimen bagi para ilmuwan Nazi.
Para tawanan di Auschwitz dijadikan kelinci percobaan untuk formula gas beracun dan suntik sterilisasi.
Nah guys, saat ini hampir setiap tahun selalu ada wisatawan dari berbagai negara berkunjung ke sana untuk mengenang para korban. 

4. Goa Jomblang, Gunungkidul, Yogyakarta


Nah guys, ternyata di Indonesia juga memiliki lokasi yang dulunya menjadi tempat pembantaian.
Tempat itu terletak di Goa Jomblang Gunungkidul, Yogyakarta.
Nah guys tak banyak yang tahu jika di balik keindahan Goa Jomblang ini memiliki sejarah kelam.
Konon menurut sejarah goa ini pernah dipakai sebagai lokasi pembunuhan massal anggota PKI.
Ratusan anggota PKI diperkirakan menemui ajalnya di Goa Jomblang tersebut.
Bahkan menurut cerita, mereka dijejerkan sesuai kelompok di bibir gua dengan tangan saling terikat satu dengan yang lain. Ketika salah satu ditembak sampai jatuh ke dalam goa maka anggota lainnya akan ikut terjatuh.
Meski dmeikian, goa yang sangat eksotis ini sangat terkenal di kalangan pecinta olahraga caving loh.
Tak hanya itu guys, ternyata goa ini pernah dijadikan lokasi salah satu reality show Amerika Serikat yang berjudul The Amazing Race. 
Bikin merindingkan?

5. Nanjing Massacre Memorial Hall, China


Nah guys, ternyata di China juga memiliki lokasi yang dulunya dijadikan pembantaian massal.
Nanjing Massacre Memorial Hall, adalah monumen yang didirikan untuk mengenang warga China yang terbunuh oleh pasukan Kekaisaran Jepang pada 13 Desember 1937.
Menurut sejarahanya, dulu warga China dibantai dengan kejam di sekitar kota Nanjing.
Di salah satu daerah yang berada di sudut kota Nanjing, yaitu Jiangdongmen terdapat kuburan massal tempat dimakamkannya ribuan jenazah. 

Saking banyaknya jenazah yang dikuburkan di tempat itu, situs di Jiangdongmen tersebut sampai mendapat julukan 'lubang sepuluh ribu mayat'.
Hingga saat ini, kawasan ini ramai didatangi oleh wisatawan khususnya mereka yang berasal dari luar China yang penasaran akan kisah tersebut. 
Nah di atas itu merupakan tempat wisata yang tak kalah menastrim dari tempat wisata lainnya, kamu tertarik untuk datang?


Dituduh Berbuat Mesum, Pasangan Ini Diancam, Ceweknya Akan Diperkosa


Kejahatan bisa mengintai siapa saja.
Modus yang lancarkan pelaku juga semakin beragam.
Tidak hanya mencuri, bahkan tidak jarang para pelaku kejahatan juga memperkosa dan membunuh para korbannya.

Oleh karena itu, masyarakat pun harus semakin waspada.


Sebaiknya memang meminimalisir peluang munculnya tindak kejahatan.
Misalnya, menghindari tempat yang sepi dan sebagainya.
Jika hal itu tidak dilakukan, maka akan muncul berbagai hal yang tidak diinginkan.
Itu seperti sebuah kasus yang baru-baru ini terjadi.

Tepatnya, seperti yang terjadi di dekat Jembatan Suramadu.
Menjelang lebaran, Polres Bangkalan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada ketika memilih lokasi beristirahat karena lelah selama menempuh perjalanan.
Itu disampaikan Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Bidarudin setelah terjadi kasus pemerasan terhadap mahasiswa di sebuah warung kosong di akses Suramadu Desa Petapan Kecamatan Labang, Sabtu (2/6/2018).
"Kami amankan dua orang karena tertangkap tangan melakukan pemerasan terhadap seorang pengendara di akses Suramadu," ungkap Bidarudin.

Kedua tersangka tersebut yakni Biad (31) dan Anas Surachman (19). Mereka berasal dari kawasan sekitar akses Suramadu, Desa Petapan Kecamatan Labang.
Aksi pemerasan tersebut berawal ketika korban M Farid Alfarizi (22), warga Desa Patenteng Kecamatan Modung menghentikan laju motornya di akses Suramadu.
Bersama teman perempuannya, Lailatul Badriyah (20), warga Desa Pandabah Kecamatan Socah, korban memiliih sebuah warung untuk berteduh sekaligus beristirahat.
Saat itulah, para pelaku mendatangi korban dan menuduh pasangan itu berbuat mesum.

Kedua tersangka mengancam akan melaporkan korban ke pihak kepolisian.
Bidarudin menerangkan, para pelaku juga mengancam akan memperkosa pacar korban jika permintaan mereka tidak dituruti.
"Gertakan itu dilontarkan para pelaku karena ingin menguasai ponsel dan uang korban," terang Bidarudin.
Merasa terancam, korban menyerahkan ponsel BlackBerry dan uang senilai Rp 150 ribu.

Beruntung hal itu diketahui Unit Opsnal Satreskrim Polres Bangkalan yang tengah melintas.
"Anggota kami sedang patroli dan melihat gelagat mencurigakan. Setelah didekati, ternyata ada aksi pemerasan," jelas Bidarudin.
Selain mengamankan barang bukti berupa ponsel BlackBerry dan uang senilai Rp 150 ribu, kedua pelaku digelandang ke Mapolres Bangkalan.
"Mereka melakukan tindak pidana pemerasan. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 368 KUHP," tegasnya.

Atas kasus ini, lanjutnya, Polres Bangkalan mengimbau para pengendara agar memilih tidak memilih tempat berisitirahat yang sepi.
"Berhentilah di pos polisi atau SPBU. Kami terus mengoptimalkan kegiatan 'Kring Serse' guna memantau situasi menjelang lebaran ini," pungkasnya.


Pria Tak Dikenal Masuk Mako Polresta Samarinda, Penjinak Bom Diturunkan


BeritaPusat88 - Seorang pria tiba-tiba masuk ke dalam Mako Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (2/6/2018) pagi.

Karena sempat dianggap aksi teror, kepolisian bahkan sempat menurunkan penjinak bom.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto SIK MH menjelaskan, pria berinisial AK tersebut masuk ke Polresta Samarinda melalui pagar pintu keluar yang saat itu sedang dilakukan pengecetan ulang.

Personel polisi yang sedang melakukan kurve di sekitar lapangan apel pun mengamankan AK karena saat ditanyai berperilaku tidak wajar.

Sebagai Standar Operasional Prosedur, tas yang di bawa oleh saudara AK dilakukan pengecekan oleh tim Gegana Brimob Polda Kaltim.

"Sesuai SOP kita (Polri), itu untuk memastikan isi tas tersebut," tambah Kapolresta Samarinda.

Dari hasil pemeriksaan, tas tersebut berisi peralatan kerja saudara AK sebagai pemasang gorden dan tidak ditemukan barang lainnya.

Pria berinisial AK ini adalah seorang pekerja pemasang gorden yang sedang bekerja di salah satu hotel di dekat Polresta Samarinda.

Sementara dari hasil pendalaman awal, AK datang ke Polresta Samarinda untuk melaporkan perbuatan tidak menyenangkan yang dialaminya oleh pemberi kontrak kerja kepada dirinya dan belum ditemukan hal yang mencurigakan.

Sementara dari keterangan manajer hotel tempat AK bekerja dan kedua orang tua AK menyampaikan bahwa AK sering berperilaku tidak wajar dan mengalami gangguan mental.
Saat ini AK masih dilakukan pendalaman lebih lanjut di Mako Polresta Samarinda.


Arab Saudi Ancam Serang Qatar Jika Berani Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia


BeritaPusat88 - Arab Saudi dilaporkan bakal menyerang Qatar jika negara itu membeli sistem pertahanan anti-serangan udara S-400 dari Rusia.

Harian Perancis Le Monde dilansir Al Jazeera Jumat (1/6/2018), mengutip surat dari Raja Salman bin Abdulaziz kepada Presiden Emmanuel Macron.

Dalam surat tersebut, Raja Salman berkata dia sangat memperhatikan dialog antara Moskwa dan Doha seputar penjualan sistem rudal tersebut.

Pemimpin monarki berusia 82 tahun itu berujar, dia khawatir dengan keamanan Saudi jika Qatar jadi membeli senjata permukaan-ke-udara tersebut.

Raja Salman, yang meminta kepada Macron agar meningkatkan tekanan kepada Qatar, berkata dia bakal menggunakan segala tindakan untuk melenyapkan S-400 tersebut.

"Termasuk menggunakan operasi militer,' kata Raja Salman dalam surat mengomentari sistem berharga 400 juta dolar AS, sekitar Rp 5,5 triliun, per unit tersebut.

Sebelumnya di Januari, Duta Besar Qata untuk Rusia, Fahad bin Mohammed Al-Attiyah, mengumumkan tengah terjadi proses pembelian S-400 dari Kremlin.

Proses pembelian itu terjadi setelah Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu, menandatangani kerja sama militer pada Oktober 2017.

Dilaporkan oleh Russian Today, Al-Attiyah berkata perjanjian itu membuka jalan bagi Rusia dan Qatar untuk berinteraksi di bidang pertahanan.

"Antara lain pelatihan prajurit, pembelian dan perawatan senjata, serta kerja sama di bidang operasi pasukan khusus," bebernya.

S-400 Triumf, atau SA-21 Growler menurut kode NATO, merupakan sistem pertahanan yang diklaim bisa mendeteksi dan menangkis benda apapun yang mengarah ke negara pengguna.

Mulai dari pesawat pembom strategis, pesawat nirawak, jet tempur taktis, hingga rudal balistik berbagai bentuk dan ukuran.

5 Juni 2017, Saudi dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), melakukan blokade terhadap Qatar dari darat, laut, dan udara.

Blokade dilakukan setelah mereka menganggap Doha sengaja mendukung aksi terorisme yang berujung kepada tidak stabilnya kawasan Teluk.


Menguak Misteri Tewasnya Model Cantik 'Simpanan', Ada Peran Istri Najib Razak? Simak 6 Faktanya


Nama Najib Razak kini tengah banyak diperbincangkan.
Mantan Perdana Menteri Malaysia itu tersandung skandal kasus megakorupsi.
Ia diketahui menjual aset negara sebanyak 65 persen kepada pihak asing dan membungkam media massa Malaysia.

Akibat tindakannya itu, Najib Razak beserta istrinya, Rosmah Mansor, harus berhadapan dengan hukum.
Bukan hanya kasus korupsinya saja yang terungkap.
Pihak berwenang Malaysia juga menemukan keterlibatan Najib Razak dalam kasus pembunuhan wanita bernama Altantuya Shaaribu tahun 2006 silam.
Rupanya Altantuya adalah wanita simpanan Najib Razak.
Siapakah sebetulnya Altantuya dan bagaimanakah kasus pembunuhan tragis tersebut terjadi?

tentang misteri di balik kematian Altantuya berikut.

1. Altantuya merupakan model asal Mongolia

Altantuya adalah wanita yang berprofesi sebagai model asal Mongolia.
Altantuya dilahirkan pada tahun 1978 dari pasangan Shaaribuu Setev dan ibunya Sh Altantsetseg.

Ia dibesarkan di Rusia dan mengenyam pendidikan di Prancis serta Tiongkok.
Berkat pendidikan internasionalnya ia fasih berbahasa Rusia, Inggris, Mandarin dan Prancis yang kemudian tahun 1990 ia kembali ke negara asalnya, Mongolia.
Saat kembali ke Mongolia ia bekerja sebagai seorang guru karena sesuai dengan jurusan mata kuliahnya, penerjemah bahasa dan model paruh waktu.

2. Pertemuannya dengan Najib Razak

Altantuya bertemu dengan Najib Razak di Hong Kong pada tahun 2005.
Kala itu Najib Razak masih menjabat sebagai analis pertahanan dari tangki pemikiran Pusat Penelitian Strategis Malaysia.

Di situlah keduanya menjalin hubungan spesial walaupun Altantuya tahu Najib sudah beristri.
Tahun 2006, Altantuya menyusul Najib Razak ke Malaysia yang sudah menjadi Menteri Pertahanan.

3. Diculik dan dibunuh dengan bahan peledak

Tak lama tinggal di Malaysia nasib malang menemui Altantuya.
Saat hendak pindah ke rumah Najib Razak, ia malah diculik dan dibunuh.
Altantuya ditembak dua kali dan diledakkan dengan bom C4 hingga tubuhnya hancur.

Pemakaian bom C4 ini menimbulkan kecurigaan.Pasalnya bom C4 hanya digunakan oleh militer.
Tiga orang polisi dan Najib Razak, termasuk seorang anggota Pasukan Gerakan Khas Malaysia ditangkap oleh pihak berwajib terkait hal ini.

4. Modus pembunuhan Altantuya

Dalang di balik pembunuhan Altantuya masih menjadi misteri.
Diduga kasus ini dibumbui intrik politik.

Diduga modus pembunuhan Altantuya berkaitan dengan korupsi pembelian kapal selam Scorpene Malaysia.
Saat itu ia menjadi penerjemah bahasa antara Kementerian Pertahanan dan DCNS selaku produsen kapal selam Prancis.
Sehingga ia tahu seluk beluk proses pembelian sampai pembayaran kapal selam Scorpene.
Tak sedikit pula yang berspekulasi Altantuya dibunuh untuk memuluskan jalan Najib Razak saat pemilihan Perdana Menteri Malaysia pada 2009.

5. Dugaan keterlibatan istri Najib Razak

Karena misteri kematian model cantik ini belum juga terungkap sepenuhnya, banyak yang menduga istri Najib Razak turut terlibat.
Rosmah Masor diduga memerintahkan pembunuhan tersebut atas dasar cemburu.
Kasus ini menjadi buram dan tenggelam pada tahun 2008 silam.

6. Saksi kunci

Ketika kematian misterius ini naik kembali ke permukaan, pihak berwenang Malaysia mengungkapkan ada satu saksi kunci.
Adalah Sirul Azhar Umar, mantan polisi Malaysia, yang bisa mengurai kasus ini.
Padahal Sirul dijatuhi hukuman mati oleh pemerintah Malaysia.

Melansir New Straits Times, Sabtu (19/5/2018), eks polisi Negeri Jiran itu mengatakan ia diperintah oleh 'orang-orang penting' untuk melenyapkan Altantuya Shaariibuu.
Anggota Parlemen Malaysia, Lim Lip Eng, mengatakan Sirul bersedia mengungkapkan apa yang terjadi dan pernyataannya harus dicatat.
Penelusuran kembali kasus kematian Altantuya ini juga didukung penuh oleh Presiden Mongolia, Khaltmaagiin Battulga.

Khaltmaagiin Battulga berharap kasus ini bisa diselesaika dengan adil, baik secara pidana maupun perdata. (Grid.Id/Nindya Galuh A)
Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Tubuhnya Diledakkan, Ini Misteri Kematian Wanita yang Diduga 'Simpanan' Mantan PM Malaysia