BeritaPusat88 - Penangkapan politikus asal Malaysia, Jamal Yunos pada Senin lalu di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, meninggalkan cerita tersendiri bagi warga sekitar, terutama bagi seorang pedagang sate Madura di samping Alexandre Barbershop.
Pedagang sate bernama Sapi'i tersebut mengatakan bahwa sekitar 7 orang yang ada di dalam mobil Jamal Yunos saat itu.
"Ada perempuan satu, anak kecil laki-laki itu dua, terus empat orang laki-laki, termasuk si pelaku itu," ujarnya di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2018).
Ketujuh orang tersebut, dikatakan Sapi'i, sempat makan sate di tempatnya.
"Mereka makan di sini habis si pelaku itu selesai potong rambut, bahkan kalau enggak salah si pelaku makannya habis dua porsi itu," ujarnya.
Sapi'i mengatakan lelaki bertopi dan bermasker tersebut lebih banyak diam dan tidak memesan makan.
"Yang pesan makan itu yang perempuan dewasa, dia juga yang bayar, tapi yang makan sih semuanya ramai-ramai," tambahnya.
Istri Sapi'i, Ibu Sam, mengatakan jelang penangkapan di depan Alexandre Barbershop, dia sempat agak aneh dengan tingkah salah satu dari ketujuh orang tersebut.
"Ya pokoknya aneh aja, mondar-mandir terus. Tapi saya lupa yang mana orangnya," ujar Ibu Sam.
Setelah selesai, keempat lelaki tersebut kembali ke mobil, sementara si perempuan masih di tempat sate untuk membayar.
Di saat itulah, kepolisian menggerebek mereka sebelum masuk ke mobil. Setidaknya begitu yang dikatakan Sapi'i.
"Bahu saya sempat dipegang sama salah satu polisi, terus saya ditanya, 'Kamu preman?' Saya jawablah, 'Saya orang Madura,'" ujar Sapi'i seraya tertawa mengingat peristiwa tersebut.
Sapi'i menyaksikan proses penangkapan tersebut, orang yang sempat makan sate di tempatnya.
"Saya lihat yang ditangkap juga enggak melawan. Dia duduk, terus dikasih surat sama polisi, terus dibawa masuk ke mobil," tambahnya.
Sementara, mobil hitam yang Jamal Yunos dan rombongannya naiki, mengikuti mobil kepolisian dari belakang. "Saya lupa nomor pelatnya mobil hitam itu, tapi depannya itu BK," pungkasnya.
Tautan: Penangkapan Jalam Yunos
Baca: Mutasi 126 Perwira TNI Termasuk 91 Pati, Inilah Nama-nama Mereka
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas penangkapan buron politikus Malaysia Jamal Yunos. Jamal ditangkap di Tebet, Jakarta Selatan, kemarin.
"Saya dapat telepon dari salah satu pejabat tinggi di Kepolisian Diraja Malaysia, Kepala Kepolisian Diraja Malaysia menyampaikan Prime Minister Mahathir Mohamad juga akan menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/7).
Tito menjelaskan, pemerintah Malaysia berencana membuat surat resmi berisi ucapan terima kasih kepada Jokowi karena Indonesia telah membantu dan memperlancar penanganan kasus yang melibatkan Jamal Yunos itu.
Jamal akan segera dideportasi ke Malaysia agar bisa menjalani proses hukum yang menjeratnya. "Hari ini atau besok. Sekali lagi, prosesnya akan segera dilaksanakan, deportasinya kalau tidak hari ini, besok, kembali ke Malaysia," Tito menambahkan.
Ketua UMNO Bagian Sungai Besar, Malaysia, itu dijerat setidaknya enam dakwaan pidana, termasuk memicu keributan umum. Surat perintah penangkapan Jamal dirilis pada Jumat (1/6) lalu oleh Pengadilan Ampang atas tuduhan melarikan diri atau melawan penahanan oleh polisi.
Ia kabur dari tahanan kepolisian dengan alasan untuk menyelesaikan jaminan atas penahanannya pada Sabtu (30/6) pekan lalu.
Deportasi
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan pihaknya akan segera mendeportasi Jamal.
"Kita akan lakukan deportasi hari ini atau besok. Sekali lagi, prosesnya akan segera dilaksanakan, deportasinya kalau tidak hari ini, besok kembali ke Malaysia," ujar Tito, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2018).
Mantan Kapolda Papua ini menyebut Jamal kini tengah diamankan di Polda Metro Jaya.
Polri sendiri, kata dia, sedang menunggu pihak Polisi Diraja Malaysia (PDRM), yang nantinya akan mengawal proses deportasi yang bersangkutan.
"Saat ini yang bersangkutan sedang di Polda Metro Jaya, diamankan. Kepolisian Malaysia hari ini akan tiba di sini dan melakukan pengawalan pascadeportasi," tukasnya.
Sebelumnya, politikus Malaysia Jamal Yunos, yang melarikan diri dari tahanan di Malaysia, ditangkap Polri di Tebet, Jakarta Selatan.
Kepala United Malaysia National Organization (UMNO) Divisi Sungai Besar itu saat ini masih diinterogasi.
Jamal diketahui melarikan diri dari tahanan polisi setelah gagal menyelesaikan proses pembebasan dengan jaminan.
Menteri Dalam Negeri Malaysia Muhyiddin Yassin menyatakan telah diberi tahu oleh Kepala Kepolisian Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun bahwa Kepolisian Indonesia telah dimintai bantuan untuk ikut melacak Jamal.
Jamal telah dijerat setidaknya enam dakwaan pidana, termasuk dakwaan memicu keributan umum.
Pada 5 Oktober 2017, Jamal dianggap memicu keributan dengan memecahkan beberapa botol minuman keras memakai sebuah palu di depan kantor Sekretariat Negara Bagian Selangor di Shah Alam. Aksi itu dilakukan Jamal untuk memprotes Better Beer Festival yang digelar di Selangor.
Dugaan kabur ke Indonesia mencuat setelah Jamal tidak menyerahkan diri ke polisi pada 30 Mei lalu. Bukannya mendatangi kantor polisi, Jamal malah mengunggah video dirinya via media sosial dengan mengklaim dirinya dikriminalisasi oleh otoritas Malaysia. Video Jamal itu direkam di sebuah perkebunan kelapa sawit yang tidak disebut lokasi pastinya.









0 komentar:
Posting Komentar