PusatBerita88 - News

pusatBerita88 - Postingan Berita Regional

PusatBerita88 - Lifestyle

pusatBerita88 - Postingan Tentang Lifestyle

BeritaPusat88 - Gosip Seleb

pusatBerita88 - Postingan Tentang Gosip Seleb

BeritaPusat88 - Sports

pusatBerita88 - Postingan Berita Tentang Sports

Selasa, 14 Agustus 2018

Gerindra tuding isu mahar ke PAN dan PKS Rp 500 M untuk diskreditkan Sandiaga


Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade membantah kabar Sandiaga Salahuddin Uno memberikan mahar Rp 500 Miliar pada PAN dan PKS untuk bisa melancarkan jalannya menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto. Menurut Andre, pemberitaan itu sengaja dibuat untuk mendiskreditkan Sandiaga Uno. Domino588

"Mari kita bersikap rasional objektif saja jadi sekali lagi isu mahar Rp 500 Miliar ke PKS Rp 500 Miliar ke PAN itu adalah contoh hoaks yang kekinian. Contoh hoaks yang kekinian, yang memang ini mendiskreditkan pasangan Prabowo dan Sandi," kata Andre dalam sebuah diskusi bertajuk 'Hoax dan Pemilu 201' di Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta Pusat, Selasa (14/8).

Andre mengatakan, isu tersebut sengaja dipublikasikan karena Sandi adalah sosok negarawan yang berbeda dengan Jokowi. Terutama dalam hal mengundurkan diri saat sama-sama menjabat sebagai pemimpin DKI Jakarta. poker online terbaik

"Seorang Sandiaga Uno yang memberikan contoh teladan baru bagi bangsa Indonesia. Anda mau pindah jabatan, anda mengundurkan diri," ujarnya.

"Inilah contoh seorang Sandiaga Uno yang gentleman, negarawan. Berbeda dengan Pak Jokowi. Tidak berani mundur hanya cuti dari Gubernur DKI," sambungnya.

Dia menjelaskan total dana Rp 1 triliun itu bukanlah dana yang sedikit. Sehingga, kata Andre, tidak mungkin alur pergerakan dana ilegal semacam itu tidak dibaca oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan PPATK.

"Rp 100 juta saja kita harus isi formulir mau ambil uang atau mentransfer Rp 100 juta harus isi formulir sekarang. Karena harus dilaporkan ke PPATK apa masuk akal transkasi Rp 1 Triliun itu tidak diketahui oleh KPK. Maupun PPATK maupun OJK," ucapnya.

Seperti diketahui, lewat cuitan Andi Arief, publik digemparkan dengan dugaan politik uang dilakukan Sandiaga. Dia menuding Sandiaga melakukan sogokan terhadap PAN dan PKS, agar bisa mendukung langkahnya sebagai pendamping Prabowo di Pilpres 2019 mengalahkan sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Senin, 13 Agustus 2018

Prabowo-Sandiaga sowan ke PP Muhammadiyah


BeritaPusat88 - Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto mendatangi Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat. Prabowo mengaku kedatangannya untuk silaturahmi.

"Silaturahmi, komunikasi, sowan setelah saya daftar KPU," kata Prabowo usai turun dari mobil di lokasi, Senin (13/8).

Prabowo menilai Muhammadiyah adalah ormas Islam yang sangat bersejarah. Karenanya, patut untuk silaturami.

"Jadi haruslah kita sowan," katanya.

Pantauan di lokasi, Prabowo datang sekira pukul 20.15 WIB. Sebelumnya, sang calon wakil presiden Sandiaga Uno juga telah lebih dulu datang pukul 19.45 WIB.

Keduanya didampingi Ketum PAN Zulkifli Hasan untuk bertemu Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir, beserta jajaran pengurus Muhammadiyah.

Penyayat polisi di Bekasi ditangkap, ini kronologi kejadiannya


BeritaPusat88 - Kapolres Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, polisi telah amankan satu pelaku penyayat anggota Polsek Bekasi Selatan Bripka Aris Triyogo. Pelaku bernama Sukirman diamankan di kediamannya di kawasan Jariwaringin, Bekasi.

"Ditangkap dirumahnya, dan tidak melawan. Kemarin kita amankan," kata Indarto di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/8).

Indarto menjelaskan, keributan diduga dari dua kelompok yang berbeda. Di mana kedua kelompok ini tengah berpesta miras di kafe NAV, Bekasi.

"Kronologis, kejadian awalnya di kafe tersebut ada keributan kelompok, selanjutnya saksi, kasir hubungi korban yang juga anggota polisi. Korban masuk, belum melerai, tetapi dikeroyok, tetapi yang memukul tersangka itu tadi. Menurut anggota di lapangan, kedua kelompok mabuk. Dan yang memukul juga mabuk," ujarnya.

Lanjut Indarto, korban saat itu bermaksud melerai kedua kelompok tersebut. Namun, korban justru mengalami luka-luka di bagian kepalanya.

"Kebetulan, anggota saya juga berpakaian preman dan ke sana dipikir salah satu kelompok. Jadi tidak tahu (korban anggota polisi) karena posisi mabuk. Dipikir kelompok lain," katanya.

Atas kejadian itu, polisi amankan barang bukti pecahan botol bir dan juga rekaman CCTV kafe.

"Korban masih dirawat. Karena harus observasi. Sampai tadi malam masih dirawat di RSUD. Ada 18 jahitan," pungkasnya.

Soal korupsi dan narkoba, Mendagri berharap besar pada Kota Semarang


BeritaPusat88 - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo mendatangi Kota Semarang, Senin (13/8). Bahkan, Tjahjo menyempatkan diri untuk memimpin apel terpusat di halaman Balai Kota Semarang.

Mengawali amanatnya, Tjahjo menjelaskan bahwa kunjungannya ke Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk memimpin apel ini merupakan yang ke-186 di lingkungan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Indonesia dan kunjungan yang ke-11 di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Dari atas mimbar apel, Tjahjo Kumolo menyatakan menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi, salah satunya terkait upaya pencegahan korupsi.

Adapun Tjahjo menjabarkan jika ada 4 area rawan korupsi yang harus menjadi perhatian, yaitu dalam perencanaan anggaran, pemberian dana hibah dan bansos, pembelian barang dan jasa, serta kebijakan-kebijakan tender.

“Sudah ada 346 Kepala Daerah seluruh Indonesia mulai Kepala Daerah, anggota DPRD, jajaran OPD sampai Kepala Desa dan Kepala Kelurahan yang tertangkap KPK. Ini merupakan tantangan bangsa," tegas salah satu Menteri Kabinet Kerja tersebut di hadapan ratusan karyawan karyawati Pemkot Semarang.

Selain terkait pencegahan korupsi, Mendagri juga menaruh harapan besar pada Pemerintah Kota Semarang terkait upaya pencegahan narkoba. Dirinya mengungkapkan adanya peningkatan positif di Kota Semarang dalam hal upaya pencegahan obat terlarang tersebut.

“Saya berharap agar wali kota dapat terus berkoordinasi dengan BNN, BIN, Polda, dan Polrestabes untuk melakukan pengecekan dengan Lembaga Pemasyarakatan-Lembaga Pemasyarakatan yang ada di Semarang maupun perbatasan Semarang," tegasnya.

Da juga memerintahkan agar Pemkot Semarang menjalin kerjasama antar wilayah untuk mengatasi persoalan ini. "Jika perlu lakukan sinergi dengan Kabupaten Semarang, Kendal, Grobogan, atau Demak untuk mencari lahan yang luas untuk membangun satu Lemba Pemasyarakatan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Tjahjo Kumolo agar Pemkot Semarang terus meningkatkan perhatian terkait permasalahan sosial yang sering melanda masyarakat. Seperti ketimpangan sosial, masalah gizi buruk, kesempatan pendidikan, sanitasi dan kematian ibu hamil, serta keamanan lingkungan dengan terus menyiagakan Poskamling di lingkungan tempat tinggal serta melibatkan Danramil dan BIN.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menanggapi apa yang dikatakan oleh Menteri yang berasal dari Kota Semarang tersebut. Menurutnya Kepala Daerah beserta jajaran yang  dipimpinnya harus menyadari jika saat ini sudah eranya keterbukaan.

“Hari ini dengan 10 atau 20 tahun yang lalu sangat berbeda. Hari ini kami seperti bekerja di dalam aquarium sehingga semua mata bisa memandang, bisa melihat, dan bisa melaporkan apabila ada kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan aturan," terangnya.

Jadi, lanjut dia, sesuai arahan Mendagri, pihaknya mengaku akan selalu melawan praktik korupsi dan narkotika. "Kami akan tetap tegak lurus sesuai ketentuan dan tidak main-main dengan yang namanya pungli," pungkasnya.

Prabowo: Pemeriksaan kesehatan sangat ketat tanpa ampun, tidak boleh pakai joki


BeritaPusat88 - Bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno selesai mengikuti pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (13/8). Kurang lebih sekitar tujuh jam keduanya menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan yang merupakan syarat untuk maju Pilpres 2019.

Usai menjalani pemeriksaan, Prabowo menyatakan kekagumannya dengan pelayanan yang diberikan oleh dokter RSPAD. Bahkan, sembari berkelakar, Prabowo menyebut pemeriksaan saat ketat tanpa ampun.

"Saya merasa pelayanan sangat profesional, sangat ketat, tanpa ampun, sangat berani," kata Prabowo di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (13/8).

Tak hanya itu, Prabowo kembali berkelakar saking ketatnya, rangkaian pemeriksaan kesehatan, dokter melarang untuk memakai joki.

"Tidak boleh pakai joki. Jadi sekarang nasib saya dan Sandiaga terserah para dokter-dokter ini," kata Prabowo yang disambut tawa.

Selain itu, Prabowo juga mengaku tidak capek meski harus menjalani pemeriksaan kesehatan selama tujuh jam. Dia kembali berkelakar.

"Capek? Kalau capek enggak boleh ngaku capek, nanti dicoret," ujarnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengapresiasi Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto selaku kepala RSPAD. Dia mengaku bangga karena rumah sakit ini merupakan rumah sakit milik TNI yang merupakan almamaternya. Diketahui, Prabowo merupakan pensiunan Letnan Jenderal.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Sandiaga Uno doakan tes kesehatan Jokowi-Ma'ruf berjalan lancar


BeritaPusat88 - Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno berharap, tes kesehatan yang tengah dilaksanakan oleh pasangan Jokowi dan KH Maruf Amin, Minggu (12/8) berjalan lancar. Pasangan Prabowo-Sandiaga akan menjalani tes kesehatan pada Senin (13/8).

Sandiaga juga mendoakan keduanya agar lolos dalam tahapan tersebut.

"Harapannya semoga sukses, lancar ya semua," kata Sandi usai mengikuti lari dalam kompetisi Aquathlon di Pantai Lagoon, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (13/8).

Sandi juga berharap, tes kesehatan yang dilakukan para calon presiden maupun pejabat daerah lain bisa menginspirasi masyarakat untuk menjaga kesehatan.

"Harapannya juga insya Allah prosesnya bisa menginspirasi rakyat Indonesia bahwa menjaga kesehatan itu penting juga," imbuh Sandi.

Bakal pasangan calon presiden-wakil presiden, Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin tiba di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu (12/8). Keduanya tiba pukul 08.00 WIB, mengenakan pakaian berwarna putih.

Jokowi mengaku, persiapan yang dilakukannya hanya berpuasa dari semalam. Keduanya memang diharuskan melakukan puasa selama delapan jam sebelum memulai rangkaian pemeriksaan.

Jokowi dan Ma'ruf datang berbarengan dan didampingi masing-masing oleh satu anaknya. Jokowi didampingi putra bungsunya Kaesang Pangarep dan Ma'ruf juga didampingi putri bungsunya Siti Haniatunisa.

Kaesang soal riwayat penyakit Jokowi: Masuk angin tuh ada


BeritaPusat88 - Putra bungsu bakal calon presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dan putri bungsu bakal calon wakil presiden Maaruf Amin, Siti Haniatunnisa, mendampingi ayahnya dalam melakukan pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Minggu (12/8). Rangkaian pemeriksaan itu dilakukan sebagai syarat pencalonan keduanya untuk Pilpres 2019.

Kaesang yakin ayahnya dalam kondisi kesehatan yang prima. Dengan berkelakar, putra bungsu mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, Jokowi bisa bermain tinju. Karenanya, dia yakin ayahnya mampu mengikuti pemeriksaan kesehatan dengan baik.

"Bapak sehat banget. Main tinju saja bisa, masa cek kesehatan enggak bisa," ucap Kaesang, di RSPAD Gatot Subroto, di Jakarta Pusat, Minggu (12/8).

Dia pun memastikan, ayahnya, tak memiliki riwayat penyakit kesehatan yang mengkhawatirkan. Dia pun menjelaskan, semalam, ayahnya telah tidur lebih dahulu dibanding dirinya.

"Enggak ada. Masuk angin tuh ada. Alhamdulillah bapak sehat. Saya kemarin baru nyampe rumah jam 1 malam bapak udah tidur," ucap Kaesang.

Haniatunnisa juga mengungkapkan hal senada. Menurut dia, ayahnya yang juga Ketum MUI tersebut memiliki riwayat kesehatan yang baik. Haniatunnisa pun mengaku bahwa Maaruf Amin dalam kondisi kesehatan yang prima.

"Baik. Baik beliau. Endak pernah (dirawat yang lama)," ungkap Haniatunnisa.

Putri bungsu Rais Aam PBNU itu menceritakan, ayahnya juga istirahat lebih awal. Haniatunnisa pun mengaku tak khawatir akan rangkaian tes kesehatan yang masih harus dijalankan oleh ayahnya.

Rangkaian pemeriksaan kesehatan sendiri direncanakan akan memakan waktu kurang lebih 8-9 jam hingga sore hari nanti.

"Enggak (khawatir), biasa aja," katanya.

Selasa, 07 Agustus 2018

Presiden punya BIN, tahu saya didukung siapa


BeritaPusat88 - Sebuah rumah di kawasan Kramat, Senen, Jakarta Pusat disulap jadi kantor. Halaman rumah itu rindang. Teduh. Beberapa pohon hias tampak terawat. Berplang MMD Institute. Rumah itu kerap menjadi tempat diskusi. Buat siapa saja untuk bertukar pikiran.

Sedan hitam berplat khusus pejabat terparkir di garasi rumah. Pintunya sedikit terbuka. Kami menekan bel sambil mengucapkan salam. Tak lama, seseorang datang dari dalam. Dia asisten rumah tangga. Menghampiri kami, menanyakan maksud kedatangan. Tahu bahwa kami bagian dari tamu sang tuan, tanpa ragu dipersilakan masuk.

Rumah diskusi itu milik mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Mohammad Mahfud alias Mahfud MD. Kami menunggu di ruang tamu. Sejumlah orang berada di ruang tengah. Mereka juga menunggu. Di antara mereka merupakan mahasiswa Mahfud. Berkonsultasi mengenai penelitiannya.

Sementara Mahfud sedang berada di ruang kerjanya, beristirahat. Selang 30 menit, Mahfud keluar dari ruang kerja. Dia minta maaf. Agak terlambat dari waktu dijanjikan. Sebab ada mahasiswanya datang untuk bimbingan. "Tunggu sebentar yah," kata Mahfud kepada kami.

Sambil menunggu kami sempat berkeliling. Banyak foto, karikatur maupun penghargaan milik Mahfud terpampang. Dari sekian banyak foto terpajang, perhatian kami tertuju pada karikatur di sudut ruangan. Dekat pintu masuk utama. Hadiah dari salah satu acara televisi swasta.

Mahfud dilukis bak superhero asal Amerika. Superman. Sebuah huruf M terletak di dadanya. Membawa sebuah buku. Melesat tebat ke langit. Tak lupa lukisan gedung Mahkamah Konstitusi sebagai latar belakang.

Nama Mahfud memang makin populer saat menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi. Pria asal Sampang, Madura, ini dikenal sebagai adil, tegas dan bersih. Potret sebagaimana mestinya wakil Tuhan di dunia.

Mahfud mengawali karirnya sebagai dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) Semarang. Almamater tercinta. Sejak tahun 1984 sebagai dosen Fakultas Hukum. Perlahan karirnya menanjak jadi sekretaris jurusan. Lalu jadi Dekan II Faklutas Hukum tahun 1988-1990. Banyak jabatan penting diemban Mahfud di UII. Puncaknya dia ditunjuk sebagai Guru Besar atau Profesor bidang Politik Hukum pada tahun 2000. Padahal usianya baru 40 tahun kala itu.

Selain di bidang akademis, karir Mahfud terbilang mulus di lingkungan birokrasi. Di era Presiden Gus Dur, ia pernah menjadi Menteri Pertahanan dan Menteri Hukum dan Perundang-undangan Indonesia (sekarang Menkum HAM). Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Mahfud terjun ke dunia politik. Menjadi anggota dewan dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menjadi Ketua Komisi III dan Wakil Ketua Baleg.

Lalu di periode berikutnya, Mahfud menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi tahun 2008-2013. Kini di era Presiden Joko Widodo, Mahfud dipercaya mengemban jabatan dewan penasihat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Lebih dari itu, jelang Pilpres 2019 nanti nama Mahfud kerap disebut sebagai calon wakil Presiden Joko Widodo. Namanya selalu muncul dalam survei. Elektabilitas Mahfud berada di bawah Wapres Jusuf Kalla.

Menurut survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) ada lima nama tokoh nasional yang laik mendampingi Jokowi berdasarkan penilaian elit, opinion leader dan massa pemilih nasional. Mereka adalah Mantan Ketua MK Mahfud MD , Menkeu Sri Mulyani, Ketua PBNU Said Aqil Siroj, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.

Nama Mahfud MD dianggap potensial dari survei tersebut. Sebab, mantan menteri pertahanan era Gus Dur ini memiliki kualifikasi personal tinggi. Dari segi integritas, kompetensi dan empati. Pengalaman Mahfud yang pernah berdiri di legislatif, eksekutif hingga yudikatif menjadi poin tambahan. Pun secara empati, Mahfud MD dinilai memiliki kemampuan memahami masyarakat.

Berikut wawancara khusus Mahfud MD dengan wartawan merdeka.com Anisyah Al Faqir, Angga Yudha Pratomo bersama tim video Muhammad Zulatsari dan Nuryandi di kantor MMD Institute, Senen, Jakarta Pusat, Rabu pekan lalu:

Sejauh ini apakah sudah ada perbincangan khusus Bapak dengan Pak Jokowi atau partai politik pendukung pemerintah?

Enggak pernah, saya sering ketemu sama Pak Presiden. Saya anggota BPIP sering ketemu presiden dengan BPIP. Kemudian saya sebagai ahli hukum saya juga sering diundang dengan beberapa orang berdiskusi khusus tentang hukum dengan Pak Presiden. Saya juga dianggap tokoh ormas Islam karena dulu memimpin KAHMI, sering diundang sebagai tokoh ormas Islam. Saya juga dianggap alumni tokoh Cipayung juga ke Presiden diundang diskusi.

Tetapi dari seluruh pertemuan itu Pak Jokowi tidak pernah mengajak bicara tentang Pilpres dengan saya karena bukan lapangannya. Beliau punya forum sendiri untuk bicara Pilpres dengan siapa dan kapan waktunya, itu kan urusan Pak Jokowi, kita tidak boleh ikut campur.

Bahkan saya katakan kita tidak boleh mendemonstrasikan sesuatu seakan-akan ingin meminta kepada Pak Jokowi. Wah, saya didukung ini itu. Pak Jokowi itu sudah punya data detail. Pak Jokowi sudah punya data didukung siapa saja, berapa persen, itu sudah detail. Sudah punya Pak Jokowi. Enggak bisa ditipu, "saya didukung oleh gerakan pasukan Minak Jinggo." Nah, kalau gitu sudah tahu Pak Jokowi tuh.

Jadi tidak bisa memprovokasi Pak Presiden, sudah lengkap mereka dan dia tak berpengaruh dengan hal-hal yang begitu. Pak Presiden itu bicara soal angka survei dan pengecekan langsung oleh Presiden, kepada tokoh-tokoh. Nah, survei-survei itu untuk mengonfirmasi keramaian politik di luar, cocok enggak nih, dan yang di luar itu bagus.

Cuma jangan pernah berpikir Pak Presiden bisa diprovokasi dengan, "Saya, banyak ribuan orang deklarasi dukung saya". Nah itu presiden tahu bahwa itu rekayasa. Tapi Presiden tahu juga yang deklarasi itu mendukung sungguhan. Presiden itu kan punya BIN, tim survei yang lebih hebat dari survei-survei yang sengaja ada, tapi Pak Presiden punya survei yang lebih ahli lebih dari itu dengan biaya yang cukup untuk melakukan survei yang sungguh-sungguh demi menghasilkan detail .

Oleh sebab itu, saya merasa malu untuk mengatakan saya didukung oleh ini itu karena presiden tahu saya didukung oleh siapa. Sehingga saya merasa tidak perlu untuk mengajak bicara atau tidak pernah merasa ingin. Presiden punya alat dan orang-orang ring satu, dua, tiga yang bisa berkomunikasi dengan ini-itu. Itu negara, karena saya pernah di Istana. Saya tahu, yang begitu sudah ada dari dulu.

Jadi Anda tidak pernah buat spanduk-spanduk untuk jadi cawapresnya Jokowi?

Saya minta maaf kalau ada spanduk-spanduk di jalan gambar saya, itu bukan saya. Di medsos juga ada. Gambar Mahfud dengan Pak Jokowi, atau Mahfud dengan siapa. Itu saya enggak tahu-menahu. Belum perlu saya membuat yang seperti itu.

Setahu Anda, bagaimana cara Jokowi menentukan cawapresnya?

Tahu dan semua orang tahu saya kira. Pertama Pak Jokowi membaca survei yang umum. Kedua punya tim survei sendiri. Ketiga punya utusan-utusan sendiri untuk masalah opinion leader dan itu terbuka. A diutus ke sini, ke sana dan itu untuk bertanya ini itu dan itu sudah bagus, itu bukan sembunyi-sembunyi. Itu juga kebijakan yang biasa saja. Apa gunanya BIN, BAIS kalau tidak memberi informasi strategis yang seperti itu.

Dengan begitu, menurut Anda pasangan Jokowi bagusnya dari kalangan mana?

Yang tahu tentang itu adalah Pak Jokowi. Kalau menurut saya banyak, tergantung butuh apa sekarang. Kalau menganggap korupsi dan penegakan hukum masalah, yang diperlukan memang ahli hukum barangkali bukan hanya ahli hukum tapi penegak hukum karena beda. Ahli hukum itu banyak tapi penegak hukum jarang. Ada ahli hukum yang penegak hukum itu mungkin.

Tapi kalau orang yang diperlukan masalah Hankam (pertahanan dan keamanan) terutama radikalisme itu mungkin yang diperlukan Polri dan TNI. Kalau yang perlu sekarang ini adalah pembinaan umat maka yang diperlukan tokoh agama. Kalau yang perlu ekonomi maka yang diperlukan ekonom.

Nah, saya tidak tahu yang mana yang diperlukan itu semua karena presiden tentu lebih tahu. Presiden lebih bisa membaca data, mendapat laporan, kalau kita kan melihatnya dari media massa dan seumpama melihat langsung ke masyarakat juga terbatas karena instrumen kita terbatas.

Apa yang harus dievaluasi dari pemerintahan Jokowi?

Evaluasi baiknya sekarang sekat-sekat ideologi itu mulai meluntur, sekatnya buka ideologinya. Misalnya sekarang tidak ada partai oposisi permanen, dan tidak ada koalisi permanen. Di Jakarta ada koalisi PDIP, Golkar, NasDem di tingkat pusat, tapi kalau di daerah PDIP bisa berkoalisi dengan PKS, atau Partai Demokrat di Jateng. Artinya bagus perkembangannya, tidak ada sekat ideologi bahwa ini partai islam, ini partai tidak islam, ini partai nasionalis, ini partai anti nasionalis, itu tidak ada lagi sekarang, itu kan bagus dari sekat ideologi.

Tapi gerakan ideologisnya dalam setiap kontestasi politik masih ada. Seperti gerakan 212. Itu kan gerakan ideologis juga, dianggap sebagai gerakan ideologis Islam padahal saya melihatnya itu gerakan protes saja. Karena ketika ditanya mau ganti ideologi, enggak juga, enggak berani dan tidak ada ideologi yang ditawarkan. Kalau itu dianggap kelompok islam yang merasa termarjinalkan, dibiarkan saja karena itu hak demokrasi saja, asal jangan merusak. Itu kemajuannya.

Kedua, sekarang ini kita bisa memilih pemimpin kita sendiri. Dulu kita enggak bisa memilih pemimpin sendiri. Sekarang saya misalnya mau memilih pemimpin saya, itu sudah terbuka. Zaman Pak Harto enggak bisa, Anda ditentukan calonnya harus ini, baik DPR Gubernur, sampai Presiden. Sudah dipaket oleh pemerintah, namanya ABG, ABRI, POlisi Golkar. Itu zaman Pak Harto, zaman Belanda malah enggak boleh sama sekali. Bahwa sekarang di dalam kebolehan ini digunakan untuk jual-beli transaksi itu kita harus perbaiki, itu bagian dari jeleknya.

Masalah yang juga belum teratasi dengan baik adalah penegakan hukum, pemberantasan korupsi, perang melawan korupsi masih belum jelas. Penataan demokrasi masih tertatih-tatih, itu jua bagian yang harus diperbaiki. Hukum kita tumpang tindih, ada peraturan pusat bertentangan dengan peraturan daerah sehingga saling uji materi, ketika mau dibatalkan tidak bisa harus melalui JR (judicial review) dan itu lama, sesudah dibatalkan pengganti peraturannya belum ada, peraturan daerah satu bertentangan dengan daerah lain padahal daerahnya dan kekayaannya beririsan, itu masih banyak sekarang dan itu harus ada kebijakan untuk menata itu. Penataan regulasi namanya.

Jadi kalau ditanya mana masalahnya, mana yang sudah bagus mana yang agak kurang, itu banyak sekali. Enggak selesai satu hari kalau diurai.

Sebagai orang yang ahli di bidang hukum, bagaimana Anda melihat kondisinya di Indonesia saat ini?

Hukum ini begini, saya ingin mulai bahwa wapres itu harus orang hukum, tidak. Saya hanya ingin mengatakan bahwa kabinet yang akan datang itu harus punya kebijakan hukum apakah itu pada tingkat menteri atau tingkat lembaga negara, itu harus ditata benar, di polhukam, kejaksaan agung, polri dan sebagainya itu supaya ditata benar, karena seluruh persoalan kita kalau dilihat masalahnya ada di hukum.

Ekonomi misalnya, kolusi-kolusi itu karena hukumnya enggak tegak, infrastruktur terjadi penyelewengan itu juga hukum lagi. Pendidikan porak-poranda ternyata BOS itu disalahgunakan, anggarannya diselewengkan. BPJS ternyata banyak pasien palsu, itu hukum semua. Sehingga kalau program bagus kalau hukumnya ini yang menata secara sungguh-sungguh dan itu problem kita selama 20 tahun reformasi, belum menata yang begini. Semangat untuk demokrasi it's oke, demokrasi dalam arti kebebasan sudah tumbuh, tapi monokrasinya masih tertatih-tatih.

Jadi hukum itu kan ada tiga perbaikannya, satu legal subtains, isi aturan hukum. kedua legal structure, ketiga legal culture. Masalah kita yang paling buruk adalah legal structure. Kalau soal aturan hukum sudah bagus, kalau pun tidak bagus bisa diuji oleh MK secara proporsional. Tapi kalau sudah legal structure itu mental. ini yang belum ditangani secara sungguh-sungguh. sehingga penegakannya lemah, pelaksanaannya lemah.

Mahfud MD bicara soal cawapres Jokowi

Dari penjelasan itu semua, apakah Anda siap jadi cawapres Jokowi?

Saya tidak mau berandai-andai. Nanti kalau ditanya saya jawab kepada Presiden. Kalau saya menjawab orang berandai-andai kan tidak benar juga, ya kalau nyatanya Pak Jokowi tanya, kalau enggak tanya bagaimana.

Secara mental Anda siap untuk posisi itu?

Saya biasa-biasa saja, sejak dulu mental saya begitu, bagi saya hidup itu mengalir. Iya karena saya tahu kehidupan itu, saya orang beragama, kehidupan itu ibarat aliran air, saya ikut saja kemana saja boleh, yang penting saya menjadi airnya itu sendiri tidak menjadi buih di atas air. Mengalir.

Benarkah bahwa nama cawapres di kantong Jokowi dari enam partai pendukung merupakan nama Anda?

Ya, mungkin saja.

Tanggal 13 lalu, sempat beredar foto Bapak dan Sudrajat bertemu para pengusaha dari China. Apakah pertemuan tersebut mewakili Indonesia secara resmi?

Bukan, itu saya pribadi diundang dan itu pertemuan biasa saja, saya tidak ada yang kenal sama pengusahanya kecuali Alin Markus, bukan kenal-kenal, tapi kenal iklan di tv aja "produk-produk dalam negeri" haha, kenalnya di situ bukan karena kenal pribadi. Itu satu lembaga kerja sama masyarakat Indonesia dengan China yang digalang oleh para dubes Indonesia- China, makanya ada Pak Sudrajat, ada dubes yang sebelumnya. Saya diundang ceramah ya ceramah saja, lalu beredar viral, saya mengikuti.

Pak Mahfud bertemu dengan oseng, pengusaha china, ah biar aja, saya tidak menanggapi, itu kan sampah semua, akan hilang sendiri. Enggak ada apa-apa. Sama seperti saya hadir di acara bela negara NasDem, di situ ada Rizal Khalid, apa hubungan saya dengan Riza Khalid, dan saya enggak tahu Rizal Khalid itu yang mana sampai hari itu, karena kemudian beredar.

Ada Mahfud, ada Rizal Khalid, "oh itu toh Rizal Khalid?" saya enggak tahu Rizal Khalid itu. Lalu bertanya orang buron kok bisa diundang, "Lho itu saya engak tahu, kan bukan saya yang mengundang, kok tanya ke saya. Yang mengundang kan panitianya. " dan saya enggak kenal Rizal Khalid. Lalu saya ditanya itu saya jawab menjadi gelagap semua kan nyatanya.

Kasus Rizal Khalid kan sudah ditutup kasusnya, yang menutup MK, dikatakan bahwa kasus itu tidak ada karena rekamannya ilegal, nah lalu kaget semua, menyesal yang tanya, sudah kehilangan bahan, sudah ditutup sekarang. Salahnya tanya ke saya, ya saya buka, wong saya tahu hukumnya. Saya enggak ada urusan dengan Rizal Khalid. Kenal juga enggak .

Mungkin, mungkin Rizal khalid itu sering ada di satu tempat dengan saya, tapi kan saya tidak tahu mana Rizal Khalid, siapa yang mengundang, enggak kenal saya.

Apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut?

Ceramah aja, ceramah tentang budaya Indonesia - China. Itu lembaga Indonesia - China di bidang budaya, ekonomi dan sosial. Lalu saya disuruh ceramah. Sudah saya bilang sama yang undang, Wahyu, "Mas saya ini ndak ngerti budaya". "Loh ngomong aja sudah budaya. Ya sudah bicara saja disitu". Ya saya datang ngomong dan saya ndak merasa bersalah, tertekan ngomong sama pengusaha. Memangnya kenapa? Saya biasa ngomong sama siapa saja, enggak ketemu ditutup, terbuka juga, memangnya kenapa? Saya mau ketemu lagi sama mereka, memangnya kenapa? Undang saja, saya mau datang ke China cekek, cekok. Memang kenapa kalau China? Kan sama seja dengan arab.

Tapi isunya seolah Anda sedang mencari dana untuk maju jadi cawapres. Tanggapan Anda bagaimana?

Ini loh. Saya ingin mencoba sekarang, sebuah tradisi politik, ikut kontestasi politik enggak usah pakai uang. Coba sampai sejauh mana, saya bisa enggak. Nanti anda yang ukur. Saya sekarang sudah sampai titik ini, saya ditawari uang oleh orang, saya bilang enggak, saya akan coba kalau enggak pakai uang sampai di titik mana.

Kalau enggak sampai di titik itu, harus pakai uang, NO! Enggak mau saya! Kalau ada yang mau mencukongi saya No! Ngapain juga? Kalau Anda menawari juga, saya enggak. Ini politik ini harus diperbaiki. Namanya isu hoaks, sampah semua, saya enggak peduli, diisukan saja begitu. Emang kenapa? Kan enggak ada buktinya. Pak Jokowi tahu mana yang benar mana yang salah. Dia udah tahu. Biar saja, saya enggak mikirin kaya gitu, capek kalau gitu.

Kalau ada yang tanya di MK ada isu korupsi ini itu, ya apa urusan saya, kenapa melapor ke saya, untuk apa? Wong saya ndak berkepentingan dengan keputusan MK. Enggak ada hubungannya dengan saya. Putusan MK itu tidak ada hubungannya dengan saya. Memang untuk apa saya mendengar yang begitu. Seumpama saya mendengar, memang anda mau apa? kan saya enggak boleh mengikuti urusan hakim.

Jadi hidup bagi saya begitu-gitu aja, lurus-lurus saja, enggak usah neko-neko biar nyaman, biar mengalirnya nyaman. Gitu aja.

Nama:
Mohammad Mahfud

Tempat dan Tanggal Lahir:
Sampang, 13 Mei 1957

Jabatan:
Plt. Staf Ahli dan Deputi Menteri Negara Urusan HAM
Menteri Pertahanan Republik Indonesia, kemudian Menteri Kehakiman
Anggota DPR RI, menempati Komisi III dan Wakil Ketua Badan Legislatif
Anggota Tim Konsultan Ahli pada Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Depkum HAM RI
Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia
Anggota Dewan PengarahUnit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila