BeritaPusat88 - Sir Thomas Malory menerbitkan Le Morte D'Arthur pada 1485.
Karya Sir Thomas paling terkenal itu berkisah tentang raja legendaris Inggris, Raja Arthur, dan pedangnya yang sangat terkenal, Excalibur.
Excalibur pernah ditampilkan dalam buku Geoffrey of Monmouth berjudul History of the Kings of Britain.
Tetapi saat itu disebut Caliburnus.
Sebagian besar legenda Arthurian mengaitkan Excalibur dengan Arthur.
Ada beberapa puisi kuno, seperti Conte du Graal yang menceritakan kisah-kisah lain.
Karya penyair Chretien de Troyes sekitar tahun 1160 ini mengisahkan Excalibur sebagai pedang milik Sir Gawain.
Sir Gawain merupakan putra saudara Arthur, Morgause, juga kadang-kadang disebut sebagai Anna.
Seharusnya, Arthur meminjamkan pedang kepada Sir Gawain, kesatria yang paling terpercaya dan setia.
Tetapi pedang itu dikembalikan kepada King Arthur untuk pertempurannya dengan Mordred.
Menurut Malory, Excalibur diberikan kepada Arthur oleh Lady of the Lakedekat Bodmin Moor atas permintaan Merlin, penasihat sihir Arthur.
Sebagian besar legenda setuju bahwa Arthur melawan keponakannya, Mordred, saudara laki-laki Sir Gawain dan orang jahat klasik dalam legenda Arthurian, di Pertempuran Camlann.
Mordred terbunuh setelah Arthur yang juga terluka parah, menasehati ksatria-nya bahwa Excalibur harus dikembalikan ke Lady of the Lake.
Excalibur terlempar kembali ke danau oleh Sir Bedevere, seorang ksatria kepercayaan lain dari Round Table.
Sejak saat itu pedang tersebut tidak pernah terlihat lagi.
Pedang memang lazim dalam sastra dan sejarah sebagai simbol kekuasaan, kehormatan, dan kekuatan.
Di Eropa dan Jepang pada abad pertengahan, pedang digunakan untuk menunjukkan status sosial.
Pedang bisa memiliki gagang dan sarung yang dihiasi dengan batu permata halus, mutiara, dan hiasan emas.
Perhiasan ini menunjukkan kekayaan dan status seseorang.
Petani dilarang memiliki pedang, terutama di Jepang.
Pedang menjadi simbol Samurai, prajurit elit Kaisar.
Pedang telah menghancurkan kerajaan selama ribuan tahun.
Di timur laut Cornwall, sebuah area granit outcropping di Bodmin Moor adalah rumah bagi Dozmary Pool.
Legenda ini bercerita danau yang merupakan rumah bagi Lady of the Lake, penjaga Excalibur.
Dalam legenda, danau itu dikisahkan sebagai danau tanpa dasar.
Tetapi sekarang airnya hanya beberapa meter.
Ketika ketinggian air rendah, bahkan danau menjadi kering.
Keluarga Jones dari Doncaster di South Yorkshire memutuskan untuk meredakan rasa panas dengan mengunjungi danau pada 29 Agustus 2017.
Saat Matilda yang berusia tujuh tahun bermain di danau, dia memberi tahu ayahnya melihat pedang tergeletak di dasar danau.
Setelah baru-baru ini menceritakan kisah Raja Arthur kepada anak-anaknya, Paul Jones mengira putrinya terperangkap dalam fantasi.
Jones juga menilai putrinya salah mengira bagian pagar yang dibuang itu sebagai pedang.
Ketika dia mendekati daerah tempat putrinya berdiri, Jones terkejut.
Jones melihat pedang sepanjang empat kaki tergeletak di lumpur.
Setelah mengambil dan membersihkan pedang itu, Jones menduga bahwa itu sekitar 30 tahun.
Pedang tidak memiliki ketebalan pisau yang sebenarnya dan gagang agak polos.
Tidak ada kabar dari keluarga tentang apakah pedang akan diperiksa atau penilaian dari Ratu dan Lord Treasurer's Remembrancer, entitas Great Britain yang membuat keputusan tentang harta karun yang ditemukan.
Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Dikira Hanya Fantasi Bocah Soal Dongeng, Anak Ini Temukan Pedang Legendaris Excalibur Raja Arthur.









0 komentar:
Posting Komentar