Rabu, 23 Mei 2018

Lihat Cara Ekstrem Permalukan Pengutang di Tiongkok, Wajahnya Dipamerkan di Bioskop hingga Jalanan


BeritaPusat88 - Pihak berwenang di Hejiang, Sichuan, Tiongkok, melemparkan ide yang cukup kontroversial agar para pengutang mau membayarkan utang mereka.

Cara itu adalah dengan menunjukkan wajah dan nama mereka di layar bioskop sebelum film yang ditayangkan diputar.

Cara ini dinamakan Reel of Shame atau bisa disebut Kumparan yang membuat malu.
Dalam video yang diputarkan nantinya akan menghadirkan sebuah karakter animasi yang akan mengatakan pada penonton bioskop tersebut dengan kalimat, "Lihatlah orang-orang laolai ini" sebelum akhirnya menunjukkan wajah, nama dan detail lainnya dari para pengutang tersebut.

Kata laolai digunakan untuk menunjuk para pengutang yang tak bisa membayarkan utangnya tepat waktu, dan kata tersebut dianggap sangat kasar.

Untuk meningkatkan efektivitas teknik ini, pihak berwenang akan menayangkan wajah-wajah mereka di bioskop di area tempat tinggal mereka.

"Mempermalukan di depan publik menjadi taktik yang sangat dipakai untuk menghukum para laolai ... begitu juga dengan hukuman lainnya seperti larangan bepergian ke luar negeri dan masuk ke dalam blacklist," ucap Li Qiang, direktur pelaksana di pengadilan di Hejiang, mengatakan pada website Cina The Cover.

"Untuk para penonton di bioskop, kami akan memilih mengungkapkan nama para pengutang di bioskop yang dekat dengan rumah saat mereka melakukan registrasi, sehingga lebih tertarget dan hasilnya bisa lebih efektif."

Sebuah video dari Reel of Shame yang diputar di sebuah bioskop di Hejiang baru-baru ini memang menjadi viral di media sosial dari Cina, Weibo.

Dalam video tersebut wajah dan nama dari 26 orang yang gagal membayarkan utangnya ditunjukkan dalam bioskop tersebut.

Menariknya, Reel of Shame ini merupakan satu di antaranya banyaknya metode mempermalukan di depan publik yang dilakukan di Cina.

Tahun lalu, pemerintah memberlakukan sistem nasional di mana nama, nomor identitas, foto, alamat rumah para pengutang bisa dipublikasikan untuk membuat para pengutang tersebut membayar utangnya.

Beberapa kota menampilkan identitas para pengutang di billboards, layar elektronik dan bahkan bus.

Sedangkan provinsi seperti Jiangsu, Henan dan Sichuan bekerja sama dengan perusahaan telepon untuk memberikan pesan yang sudah direkam tentang utang mereka saat seseorang menelpon para pengutang tersebut.



0 komentar:

Posting Komentar