Selasa, 15 Mei 2018

Pasca Bom Surabaya Anak Etnis Tionghoa Bawa Kardus & Lakukan Aksi ini, Bukan Cari Sumbangan!


BeritaPusat88 - Teror bom yang terjadi di Surabaya masih menjadi topik hangat yang terus diperbincangkan hingga saat ini.

Pasca bom meledak di tiga gereja di Surabaya muncul teror selanjutnya di tempat lain.
Bom juga meledak di Sidoarjo dan Mapolrestabes Surabaya.

Kepolisian juga masih berusaha menangkap terduga teroris yang bersembunyi.


Keadaan yang penuh teror di Surabaya ini nyatanya tidak membuat warganya takut akan terjadi teror bom susulan.

Bahkan sejumlah anak-anak remaja di Surabaya terlihat melakukan tindakan yang mengharukan menanggapi teror bom tersebut.
Mereka adalah anak-anak dari etnis Tionghoa.

Diketahui bahwa pelaku peledakan bom di Surabaya ini menyerang orang-orang dari kalangan agama tertentu.
Namun bagi para remaja ini mereka justru tidak takut.

Meskipun masih dirundung rasa kesedihan karena banyak jatuh korban akibat teror bom, tapi anak-anak dari etnis Tionghoa ini turun ke jalan dan melakukan aksi solidaritas.
Mereka tidak meminta sumbangan, justru memberikan makanan kepada pengendara di jalan.

Tertulis pesan di bungkus makanan yang dibagikan itu "Berbagi Cinta Bukan Teror."
Aksi solidaritas ini diketahui oleh pemilik akun Fa Emon ElfShivan dan diunggah ke Facebook.

Fa Emon ElfShivan menulis:

"Di lampu merah kota Surabaya beberapa anak maap keturunan Tionghoa membawa kardus,

Saya berfikir itu sebuah solidaritas sumbangan untuk korban ledakan BOM di Surabaya
Ketika saya berniat memberikan sejumlah uang mereka tersenyum disertai mata berkaca kaca lalu berkata kita berbagi gak minta sumbangan sambil memberi sesuatu (makanan) kepada saya serta pengendara yg berhenti di lampu merah.
Terharu saya melihatnya.

Saya muslim saya tidak membenci agama lain entah Hindu Budha ato Kristen.
Yg saya benci adalah orang yg menghina agama saya, menghina Nabi saya, melecehkan kitab suci saya.

Dan agama saya tidak pernah mengajarkan membenci sesama.
Semoga kluarga korban d beri kesabaran menghadapi ujian ini.
Astagfirllahaladzim......
R.I.P korban ledakan SURABAYA SIDOARJO"


Postingan Fa Emon ElfShivan ini lantas dibagikan kembali oleh Eris Riswandi dan telah mendapatkan 660 like.
Banyak netizen yang menjadi terharu atas aksi anak-anak tersebut.

"Fix ! Terharu aku.... tp suasana srby dsini msh mencekam sllu siaga" komentar Laila.
"Terharu.....kita semua bersaudara Mas...." komentar Dewa Doni.
"Kakak saya juga non Muslim ..
Bahkan kami hidup damai ..

Bukan agamanya yg salah tp orang nya yg berfikir dangkal ..
Surabaya siaga 1 sampai2 keluarga kami takut Dan harus meninggalkan kota kelahiran kami" komentar Anita Mulyono.


"Tiada tempat bagi Teroris di bumi pertiwi ini" komentar Richard.

Adapun ledakan bom di tiga lokasi gereja di Surabaya pada Minggu (13/4/2018) pagi kemarin terjadi hampir bersamaan.

Kronologi kejadiannya, pada pukul 07.30 WIB bom meledak di Gereja Santa Maria.
Bom yang kedua meledak pukul 07.45 WIB di Gereja GKI Jalan Diponegoro.
Sedangkan bom ketiga meledak pukul 07.50 WIB di salah satu gereja di Jalan Arjono.


0 komentar:

Posting Komentar