BeritaPusat88 - Enam pelaku aksi teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi, berasal dari satu keluarga.
Satu keluarga ini terdiri suami-istri beserta anak mereka.
Kepala keluarga pelaku teror adalah Dita Oepriarto (44) dan istrinya Puji Kuswati (41).
Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada media, Dita Oepriarto adalah anggota jemaah JAD (Jamaah Ansarut Daulah).
"Dita adalah Ketua JAD (jaringan Ansarut Daulah) Surabaya. Jaringan ini kaitannya dengan JAT (Jaringan Ansarut Tauhid). Keduanya terkait dengan ISIS," kata Tito Karnavian.
Dia menjelaskan, JAD dipimpin oleh Abdurahman yang dipenjara di Mako Brimob.
Sebagian dari mereka telah bergabung dengan kelompok ISIS di Syria dan sebagian lagi telah kembali ke Indonesia.
Dalam aksi teror bom bunuh ini, Dita Oepriarto dan Puji Kuswati melibatkan dua anak perempuan mereka yang masih belia, Fadhila Sari dan Famela Rizqita.
Dua anak laki-laki remaja pasangan ini pun dilibatkan aksi ini, Yusuf Fadhil dan Firman Halim.
Dita Oepriarto, lahir 9 September 1971
Puji Kuswati, lahir 16 Juni 1975
Yusuf Fadhil, lahir 25 November 2000
Firman Halim, lahir 13 Oktober 2002
Fadhila Sari, lahir 4 Januari 2006
Famela Rizqita, lahir 9 Desember 2009
Dikutip dari Surya, dari penyelidikan yang dilakukan, terungkap mereka tercatat sebagai warga Rungkut Wonorejo, Surabaya.
Foto yang diperoleh reporter Surya.co.id dari sumber kepolisian di Polda Jatim, memperlihatkan profil keluarga ini saat masih hidup dan belum terlibat dalam serangan bom bunuh diri.
Dalam foto itu tampak seorang pria dan wanita perempuan dewasa bersama dua anak lelaki dan dua anak perempuan.
Belum diketahui kapan dan di mana foto keluarga itu diambil.
Aksi teror satu keluarga ini terjadi di di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel, GKI Jalan Diponegoro, dan di Gereja Pantekosta Jalan Arjuno.
Ledakan bom bunuh ini mengakibatkan 13 orang tewas, termasuk para pelaku, dan 41 orang dirawat di rumah sakit.










0 komentar:
Posting Komentar