BeritaPusat88 - Kabar sedih datang dari legenda hidup Indonesia, Indro Warkop.
Memiliki nama lengkap Indrodjojo Kusumonegoro, Indro kini sedang berjuang menemani sang istri Nita Octobijanthy yang terkenak kanker paru-paru.
Berbagai pengobatan telah dilakukannya guna sembuh dari penyakit mematikan tersebut. Salah satunya adalah menjalani kemoterapi.
Setelah melakukan perawatan, kondisi kesehatan istri satu-satunya personel Warkop DKI yang masih hidup ini sudah lebih baik dari sebelumnya.
Meski begitu, Nita masih harus menggunakan kursi roda lantaran mengalami pengapuran tulang.
“Alhamdulillah kemajuannya bagus banget, walaupun dia enggak boleh pergi ke mana-mana tanpa kursi roda karena ada pengapuran di tulangnya,” ujar Indro Warkop saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (7/5/2018).
“Jadi dia pakai penyangga kalau sehari-hari. Dia sebetulnya bisa jalan. Preman bangetlah bini gua mah, ini mereka (PMR) sudah lihat. Ya saya merasa bahwa setengah mukjizat sih ya,” tutur Indro Warkop.
Namun, ditengah kabar sedih tersebut, Indro ternyata sempat terlintas dipikirannya untuk Poligami.
Apalagi melihatkondisi sang istri yang semakin berat.
"Kan berat syaratnya. Kalo mau sih, mau. Gini, itu (poligami) kan boleh. Kebetulan saya yang tidak memanfaatkan boleh itu," ucap Indro saat ditemui di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (7/5)
Indro mengaku belum bisa berlaku adil jika punya istri lebih dari satu.
Ditambah lagi, dengan semakin banyaknya istri, maka bertambah banyak urusan dan masalahnya.
"Saya sih pikir apa bisa saya adil, menteri kehakiman saja belum tentu adil, hakim saja enggak tahu, ya. Jadi hak yang adil itu, yang hakiki itu, aku enggak bisa pertanggungjawabankan. Mencintai seseorang saja sulit banget, artinya secara konsisten, ya," jelas sang komedian.
"Kalau mau pergi, izinnya sama satu orang (istri) saja susah, ini sama empat orang. Ribet amat gitu punya bos empat," sambungnya bercanda.
Meski kondisi istrinya belum pulih benar, Indro mengaku akan terus setia menemani, mengurus, dan mendampinginya. Bahkan, Indro berjanji tak akan pernah meninggalkan istrinya.
"Yang jelas, Allah memberikan sakit tapi pasti ada obatnya, dan itu yang kita usahakan. Kita enggak boleh berpikir soal ajal karena ajal itu haknya Allah. Itu saja sih yang aku lakukan. Bahwa aku sebagai manusia, suami, dan kepala keluarga, aku wajib benar ngurusin dia sampai kapanpun," ucapnya.
Siapa yang tak kenal dengan grup lawak Warkop DKI. Selama puluhan tahun, tiga sahabat Dono, Kasino dan Indro, menghibur rakyat Indonesia.
Baik melalui panggung, musik serta film yang hingga kini pun masih diputar oleh sejumlah stasiun televisi di Indonesia.
Dari tiga personel Warkop DKI yang berawal dari Radio Prambors itu, hanya Indro yang masih hidup, sementara Dono dan Kasino sudah meninggal.
Dibandingkan grup lain, Warkop (Warung Kopi) DKI adalah grup lawak yang paling lama bertahan sejak grup ini didirikan tahun 1973.
Kepergian personil Warkop, Dono dengan Kasino meninggalkan kesedihan bagi sahabatnya, Indro.
Indro kemudian mengenang kembali perjalanan hidup tiga sahabat ini seakan mereka mereka hidup.
Tetapi, ada hal baru yang diungkap oleh Indro. Dono dan Kasino pernah cekcok hebat selama tiga tahun.
Keributan itu membuat keduanya tak saling bicara sejak tahun 1988 hingga 1990.
Namun, persecekcokan ini hanya mereka bertiga yang tahu. Masyarakat, bahkan istri mereka pun tak menyadari perang dingin ini.
"Mereka diem-dieman dan enggak ada yang tahu soal itu, dan nggak ada tahu satu pun yang tahu," kata Indro seperti dilansir Grid.ID saat berjumpa Indro, usai berziarah ke makam Dono di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (7/5/2018).
Dengan konfliknya diantara Dono dengan Kasino, membuat Indro lelah dengan sikap sahabatnya itu.
Sampai pada akhirnya Indro pun mempertemukan Dono dengan Kasino di Pasar Seni.
"Mereka udah kita lepas sendiri-sendiri, aku udah mulai cape begitu. Akhirnya aku kumpulin mereka di Pasar Seni tahun 90-an," ujar Indro
"Kita memang ngumpulnya di pasar seni, ada sebuah warung di pasar seni namanya warung sukaraja (Soto Sukaraja) kita selalu di situ," sambungnya.
Menurutnya, Kasino dikenal sebagai komedian yang kaya akan taktik. Sementara Dono seniman banget, tidak bisa dicegah, dan suka meledak-ledak.
Kalau sedang produktif, ia ingin berkarya terus. Keduanya tidak ingin saling atur.
"Mas Kasino dia orang yang punya strategi untuk Warkop, sementara untuk mas Dono itu dia orang yang seniman banget yang nggak bisa banget dicegah begitu ya. Dia tipe orang yang produktif banget," papar Indro.
"Itu saja sih sifat-sifat keseharian saja. Tentunya kita sadar betul, ya, kalau kita memang dipertemukan bertiga, nggak boleh pisah," Indro mengenang.
Konflik membuat Indro dan kawan-kawannya mendapat pelajaran penting sehingga membuat nama Warkop DKI abadi.
Baginya grup lawak Warkop itu harus dipertahankan.
"Ya tentunya kita sadar betul, ya, kalau kita memang dipertemukan bertiga gak boleh pisah," ucap Indro
Ia juga mengatakan banyak nilai-nilai baik yang terdapat oleh para sahabatnya.
"Jadi kalau aku sih dengan segala kebanggaan, harus bilang bahwa Mas Dono, Mas Kasino sebagai kakak-kakakku, adalah orang-orang yang bisa aku panutin. Mereka tahu betul apa itu setia kawan," pungkasnya.












0 komentar:
Posting Komentar