Rabu, 09 Mei 2018

Wakapolri: Tidak Ada Negosiasi, Rutan Akan Segera Dikosongkan


BeritaPusat88Terdengar bunyi tembakan beberapa kali dari arah Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/8/2018) sekira pukul pukul 07.20 WIB.
Suara tembakan itu membuat wartawan yang bersiaga di Markas Polisi Satwa langsung bergegas untuk mencari informasi itu.
Wakapolri Komisaris Jenderal (Pol) Syafruddin dalam keterangan pers kepada wartawan, mengatakan, suara tembakan di dalam merupakan bagian dari proses sterilisasi dan tidak ada korban jiwa.

Hingga saat ini, kata Syafruddin, proses itu masih berjalan dan tidak ada negosiasi karena napi yang melakukan penyerangan sudah menyerahkan diri.


"Ledakan-ledakan yang Anda dengar tidak ada korban jiwa. Itu proses sterilisasi. Apalagi di dalam juga banyak senjata," kata Syafruddin.
Syafruddin mengatakan, saat ini para tahanan berada di ruang isolasi di tempat rahasia dan ruang tahanan ini akan dikosong. Saat ini jumlah tahanan di sini mencapai 156 orang.
Pimpinan Polri bertanggung jawab akan insiden yang terjadi di Rutan Mako Brimob.

"Mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena sudah mengganggu. Mohon maaf sebesar-sebesarnya atas kejadian ini, walaupun Polri menjadi korban," katanya.
Syafruddin mengatakan, kejadian sejak Selasa (8/5/2018) ada sembilan anggota Polri yang disandera, dan lima di antaranya gugur dengan kejam dan keji.
Brigadir Iwan Sarjana baru dilepaskan tadi Kamis dini hari

"Saya pimpin sendiri operasi ini. Dan Polri tidak pernah melarang atau menyembunyikan kejadian ini," katanya.
Dia menambahkan, "Kami punya alasan keamanan karena di dalam ada senjata panjang yang jarak tembaknya 500-600 meter yang bisa menuju ke jalan."
Wakapolri menegaskan ini penanggulangan dengan cara soft approach dan tidak ada negosiasi.

0 komentar:

Posting Komentar