Berita menghebohkan dari masa pencoblosan Pilkada Serentak Rabu (27/6/2018) datang dari ibu kota Sulawesi Selatan, Makassar.
Berdasarkan perhitungan cepat ( quick count) beberapa lembaga survei pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar, calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) kalah dari kotak kosong.
Hasil quick count itu antara lain dari Celebes Research Centre (CRC), Jaringan Suara Indonesia (JSI) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
Berdasarkan hasil quick count tersebut, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) sudah menyatakan bahwa kotak kosong memenangkan Pilkada Makassar sebelum perhitungan resmi KPU diumumkan.
Pada pilkada Makassar ini, Danny juga melakukan perhitungan suara secara real count.
Menurut perhitungannya, di seluruh TPS di Kota Makassar telah menyatakan kotak kosong menang.
“Real count yang saya lakukan, karena semua TPS sudah ada hasilnya. Semua TPS sudah ada hasil perhitungan suaranya. Baik real count yang saya lakukan dan quick count yang dilakukan beberapa lembaga survei sama menyebutkan menyebutkan bahwa kotak kosong unggul dengan angka 53 persen dan 46 persen untuk calon tunggal,'' ujar Danny.
Namun tim Appi-Cicu membantah pernyataan Danny dengan merilis hasil penghitungan real count (hitung nyata) internal.
Data real count yang masuk di penginputan internal Appi-Cicu sejumlah 2.483 TPS dari total 2670 TPS yang ada di Makassar atau presentase suara sebanyak 93 Persen dari total suara sah.
Perolehan tersebut berdasarkan dari data C1 yang dikumpulkan oleh Saksi Appi-Cicu yang berada di TPS yang kemudian diinput di Posko Komando Appi-Cicu, Jl AP Pettarani, Rabu (27/6/2018) Malam.
Ketua Tim Pemenangan Appi-Cicu, Farouk M Beta, dalam jumpa persnya mengungkapkan alasan data tersebut lambat diumumkan.
"Kami terlambat yang pertama menunggu Pak Appi berbuka puasa dulu karena sementara puasa syawal, kemudian data yang diinput mengalami keterlambatan karena saksi yang ditugaskan agak lambat memasukan data, mereka merekap dulu per-kelurahan," ungkapnya.
Adapun data terakhir yang diinput hingga pukul 18.00 Wita yakni Appi-Cicu peroleh 52,21 Persen sementara Kolom Kosong 47,79 Persen.
"Kita berpatokan di C1 dan itu yang diserahkan saksi kami, dan sampai detik ini kita yakin dan haqqul yakin menang semoga hingga beberapa hari kedepan KPU umumkan dan sesuai dengam data real kami," tegasnya.
Terkait dengan sejumlah quick count yang memenangkan kolom kosong, Aru sapaan Farouk M Beta mengajak pihak-pihak lain yang tak menginginkan Appi-Cicu pimpin Makassar agar menghentikan pembetukan opini di masyarakat.
"Beberapa jam kita disibukkan terkait penginputan ini, terus yang beredar itu kan cuma memggunakan beberapa sampel jadi jangan terus membentuk opini di masyarakat," tuturnya.
Soni Minta Danny Hentikan Euforia
Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono menyoroti euforia Wali Kota Makassar Danny Pomanto atas kemenangan sementara kolom kosong di Pilwali 2018.
Diketahui, sejumlah lembaga survei memenangkan kolom kosong di Makassar, termasuk survei dari Celebes Research Center (CRC).
Danny Pomanto bahkan sujud syukur atas kemenangan kolom kosong, padahal Danny bukanlah peserta Pilkada.
Menurut Soni, sebaiknya Wali kota tidak melakukan euforia kemenangan Kolom Kosong, karena posisi wali kota harus bisa memayungi dan memberikan pengayoman kepada kontestan Pilkada.
"Hentikan euforia kemenangan yang berlebihan, sampai ada pengumuman resmi dari KPUD setempat. Mari kita hormati dan ciptakan suasana yang kondusif pasca Pilkada," tegas Soni.
Hingga saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar belum melakukan penghitungan real count pemilihan Wali kota Makassar.
Pasangan calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) bukan lah pasangan sembarangan.
Munafri Arifuddin adalah menantu Wakil Ketua MPR RI Aksa Mahmud, yang juga ipar dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
Appi-Cicu ikut di Pilkada Makassar dengan diusung 10 partai.
Adapun 10 partai yang mengusung pasangan Appi-Cicu, yakni Partai NasDem, Golkar, PDI-P, Gerindra, Hanura, PKB, PPP, PBB, PKS, dan PKPI.
Appi pun kini beraktivitas sebagai CEO klub sepak bola PSM Makassar.
Pasangan Appi-Cicu ini diusung koalisi besar sepuluh parpol, yang mengantongi 43 dari 50 kursi parlemen Makassar.
Sebelumnya, ada dua bakal pasangan calon yang resmi mendaftar untuk Pilkada Makassar.
Selain pasangan Appi-Cicu, petahana, Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto juga maju. Pomanto meninggalkan pasangan sebelumnya, Syamsul Rizal di periode pertama.
'Pada periode kedua ini, Danny Pomanto mendaftar ke KPU Makassar sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Makassar berpasangan dengan kader Partai Nasdem, Indira Mulyasari.
Pada Pilkada Makassar 2018 ini, Danny Pomanto-Indira Mulyasari mendaftar melalui jalur perseorangan atau jalur independen.
Namun keputusan KPU Makassar mengikutsertakan pasangan Danny Indira digugat pasangan Appi-Cicu. Dan PUN Makassar mengabulkan gugatan Appi Ciccu yang menganulir keikusertaan Danny Indira.









0 komentar:
Posting Komentar