BeritaPusat88 - Pencarian terhadap korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba terus dilakukan. Pada hari kelima operasi, Jumat (22/6), tim SAR gabungan menggeser titik koordinat yang diperkirakan menjadi lokasi bangkai kapal dan para korban.
Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan, mengatakan perubahan titik koordinat pencarian itu dilakukan setelah mereka mendapatkan informasi lebih akurat terkait lokasi tenggelamnya KM Sinar Bangun.
"Titik koordinat kita sudah berubah dari sebelumnya yang disampaikan Dinas Perhubungan, tidak di sana. Kami sudah bergeser dengan menanyakan kepada nakhoda KMP Sumut II yang pada saat kejadian melihat dan menolong langsung. Jadi dia sudah memberikan koordinat yang positif di mana kapal itu tenggelam," kata Budiawan di Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumut.
Wilayah pencarian penumpang dan bangkai KM Sinar Bangun kini juga diperluas. Area yang disisir berada pada 10 kilometer hingga 20 kilometer ke arah timur laut.
Tim SAR yang melakukan pencarian penumpang dan bangkai KM Sinar Bangun kali ini sudah diperkuat personel dari Detasemen Jalamangkara (Den Jaka), Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan Batalyon Intai Amfibi (Taifib)TNI AL. "Personel dari Den Jaka ada 10 orang. Taifib 12 orang dan Kopaska 10 personel," jelas Budiawan.
Pencarian kali ini juga telah menggunakan peralatan scan sonar dan multibeam side scan sonar yang didatangkan dari Disposal Mabes TNI AL. "Kemarin sore sudah tiba di sini. Kita maksimalkan alat ini dengan persiapan yang matang agar lebih efektif. Kita harapkan kapal-kapal yang ada di daerah penyisiran jangan berlayar dulu," imbau Budiawan.
KM Sinar Bangun tenggelam dalam pelayaran dari Simanindo, Samosir, menuju Tigaras, Simalungun, Senin (18/6) sore. Kapal kayu itu diduga mengangkut lebih dari 200 penumpang plus puluhan sepeda motor sebelum terbalik dan tenggelam.
Sejauh ini baru 21 penumpang yang ditemukan, 3 di antaranya dalam keadaan meninggal dunia. Ketiga jenazah korban telah berhasil diidentifikasi. Ketiganya yakni Tri Suci Ulandari (24) asal Aceh Tamiang, Faryanti asal Kota Binjai, dan Indah Juwita asal Nagori Manik Seribu, Padang Sidamanik, Simalungun.
Berdasarkan data dari Basarnas, masih terdapat 184 orang yang diduga hilang dalam musibah KM Sinar Bangun. Angka itu diperoleh dari laporan keluarga ke posko yang didirikan.









0 komentar:
Posting Komentar