BeritaPusat88 - Pemprov DKI telah memiliki data 40 masjid di Jakarta yang dicurigai disusupi paham radikal dan intoleransi. Salah satu upaya untuk menangkal paham radikal adalah dengan membangun perekonomian di masjid.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, telah memerintahkan anak buahnya untuk mengarahkan agar kegiatan masjid tidak menyebarkan radikalisme. Dia menilai, radikalisme bisa muncul disebabkan adanya kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakat.
"Saya turun ke masjid bahwa perjuangan kita ke depan adalah membangkitkan ekonomi di masjid. Karena Salah satu masalah terjadinya radikalisme adalah ketidakadilan dan paham, believe, yang terus dimasukan ke anak muda, generasi penerus bangsa kita dan mengambil jalan pintas," katanya di Pulau Untung Jawa, Selasa (5/6).
Selain membangkitkan ekonomi, politisi Gerindra ini mengungkapkan, paham radikal dapat dikikis dengan pendidikan yang benar. "Tidak ada cara lain selain pendidikan, kedua berikan kesempatan mereka menjadi pengusaha, dan orang yang sukses dengan program OK OCE," ujarnya.
Diketahui, Isu masjid radikal Jakarta muncul setelah Presiden Joko Widodo mengundang tokoh agama, praktisi sosial, budaya dan pendidikan untuk berdiskusi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin kemarin.
Dalam pertemuan itu, Jokowi dan para tokoh membicarakan adanya paham radikal yang diajarkan di sejumlah masjid di Ibu Kota.









0 komentar:
Posting Komentar